Masama, Banggai – Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Banggai bersama Penyuluh Pertanian Kecamatan Masama melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus di dua desa, yakni Desa Serese dan Desa Minangandala, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, sebagai upaya preventif menghadapi musim tanam padi tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap tersebut mendapat pendampingan langsung dari Kepala UPT. Proteksi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Teknis Proteksi TPH Provinsi Sulawesi Tengah, Babinsa, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Di Desa Serese, kegiatan pengendalian melibatkan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju Bersama dan Kelompok Tani Pamuli Jaya. Sementara di Desa Minangandala, kegiatan serupa dilaksanakan bersama kelompok tani di wilayah setempat. Kedua desa tersebut merupakan wilayah yang mengalami serangan hama tikus sehingga memerlukan langkah pengendalian sejak dini sebelum masa tanam berlangsung
Metode pengendalian yang diterapkan adalah gropyokan, yaitu pengendalian hama secara bersama-sama di area persawahan untuk menekan perkembangan populasi tikus sebelum tanaman padi ditanam. Kegiatan dilakukan secara gotong royong oleh petani, penyuluh pertanian, dan petugas teknis di lapangan.
Total luas lahan yang menjadi sasaran pengendalian mencapai 50 hektar, terdiri atas 25 hektar di Desa Serese dan 25 hektar di Desa Minangandala.
Selain pelaksanaan gerakan pengendalian, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana pengendalian berupa belerang batangan dan racun tikus berbentuk umpan dari Direktorat Pestisida Kementerian Pertanian RI. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala UPT. Proteksi TPH Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu Trisna, S.P., M.P., kepada petani sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di wilayah Kecamatan Masama.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Masama, Ramli Ukas, S.P., menjelaskan bahwa pengendalian hama tikus menjelang musim tanam merupakan langkah yang sangat penting untuk mencegah terjadinya serangan yang dapat menurunkan produktivitas tanaman padi.
“Memang lebih baik dilakukan jelang musim tanam seperti ini. Kalau sudah selesai tanam, nanti tikusnya sudah terlanjur banyak dan sulit dikendalikan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan gerakan pengendalian akan terus dilaksanakan di seluruh desa di Kecamatan Masama, khususnya pada saat memasuki musim tanam, guna meningkatkan kesadaran petani dalam melakukan pengendalian hama secara mandiri dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, kelompok tani juga menyampaikan harapan agar dapat memperoleh dukungan bantuan sarana pertanian lainnya, khususnya sumur dangkal sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau.
Adapun kelompok tani yang mengusulkan bantuan sumur dangkal yaitu:
- Kelompok Tani Maju Bersama Desa Serese yang diketuai oleh Muzakar.
- Kelompok Tani Boyuyu Desa Minangandala yang diketuai oleh Sandi Mandagi.
Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian dalam upaya mendukung ketersediaan air irigasi dan meningkatkan ketahanan sektor pertanian di Kecamatan Masama.
Melalui sinergi antara pemerintah, petugas teknis, penyuluh pertanian, dan petani, kegiatan Gerakan Pengendalian Hama Tikus ini diharapkan mampu menekan tingkat serangan hama sejak dini serta mendukung keberhasilan produksi padi di Kabupaten Banggai.