Palu – Dalam rangka mendukung ketersediaan benih padi unggul bagi petani, UPT Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura melaksanakan kegiatan produksi Calon Benih Sumber (BS) menuju Benih Dasar (BD) di BBI Padi Pandere sebagai persiapan menghadapi Musim Tanam (MT) Asep Tahun 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan pada lahan seluas 2 hektare dengan penanaman 8 varietas padi unggul yang disesuaikan dengan kebutuhan benih di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Selain memenuhi kebutuhan benih daerah, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan beberapa varietas unggul baru kepada petani di Sulawesi Tengah.

Adapun varietas padi yang dikembangkan dalam kegiatan produksi benih sumber tersebut meliputi:

  1. Mekongga – Blok C.1 (0,40 Ha)

  2. Mantap – Blok C.2 (0,10 Ha)

  3. Cimelati – Blok C.3 (0,10 Ha)

  4. Ciliwung – Blok C.4 (0,20 Ha)

  5. Inpari 6 Jete – Blok C.5 (0,20 Ha)

  6. Ciherang – Blok D.1 (0,40 Ha)

  7. Inpari 32 HDB – Blok D.2 (0,40 Ha)

  8. Sintanur – Blok D.3 (0,20 Ha)

Total luas lahan kegiatan mencapai 2,00 hektar, dengan kebutuhan benih penjenis sekitar 10 kilogram per hektar.

Produksi benih sumber ini merupakan bagian dari sistem perbanyakan benih berjenjang yang dimulai dari Benih Penjenis (BS), Benih Dasar (BD), hingga Benih Sebar yang nantinya akan digunakan oleh petani.

Melalui pengembangan benih sumber di BBI Padi Pandere ini, diharapkan hasil produksi benih dapat dikembangkan hingga tingkat benih sebar sehingga mampu memenuhi kebutuhan benih padi untuk lahan baku sawah di Provinsi Sulawesi Tengah hingga dua musim tanam.

Selain meningkatkan ketersediaan benih unggul, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan varietas padi yang memiliki potensi produktivitas tinggi serta adaptif terhadap kondisi agroklimat wilayah Sulawesi Tengah.

Dengan tersedianya benih unggul yang berkualitas, diharapkan produktivitas padi di Sulawesi Tengah dapat terus meningkat serta mendukung upaya penguatan ketahanan pangan daerah.

(PPID DTPH SULTENG)(sumber Video UPT. Perbenihan)