Berlangsung di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (3/2/2026), Dinas TPH menggelar Focus Group Discussion (FGD) Inovasi sebagai wadah diskusi dan pertukaran gagasan dalam merumuskan inovasi-inovasi baru di sektor pertanian. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah dan diikuti oleh para Kepala Bidang, Kepala UPT, Kepala Sub Bagian, serta pejabat fungsional lingkup Dinas TPH.

FGD ini merupakan tindak lanjut dari program kerja 100 hari Kepala Dinas, sekaligus menjadi momentum refleksi terhadap pelaksanaan inovasi sebelumnya. Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas menyampaikan bahwa pada tahun 2025 terdapat dua inovasi yang berfokus pada petani miskin dan petani milenial. Namun, pada tahun 2026 inovasi tersebut tidak lagi dilaksanakan, yang dinilai sangat disayangkan karena dapat berdampak pada penilaian kinerja apabila tidak ada inovasi yang berkelanjutan.Lebih lanjut disampaikan, jika pada tahun ini dan tahun berikutnya tidak ada inovasi yang diusulkan dan dijalankan, maka hal tersebut akan mengurangi nilai penilaian institusi. Oleh karena itu, Sekretaris Dinas berharap seluruh peserta yang hadir dapat terinspirasi untuk memunculkan ide-ide kreatif dan solutif yang dapat diusulkan sebagai inovasi baru Dinas TPH.

“Inovasi harus tetap berjalan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi. Dengan anggaran yang terbatas, kita justru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang program yang berdampak nyata bagi petani,” tegasnya.

Melalui FGD ini, diharapkan dapat lahir inovasi yang selaras dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Tengah, serta mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan. FGD ini juga menjadi ruang kolaborasi antar bidang untuk memperkuat sinergi, memperkaya perspektif, dan memastikan bahwa setiap inovasi yang dihasilkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat luas. (PPID DTPH)