CHENGDU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus memperluas jaringan kerja sama internasional. Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, memimpin langsung kunjungan kerja ke Provinsi Sichuan, Tiongkok, guna memperkuat kemitraan di bidang hilirisasi pertanian, investasi, dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dalam kunjungan ini, Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Prov. Sulteng Dodot Tinarso, S.Sos., M.T., Kepala Bappeda Drs. Arfan, Kadis Perindag Richard Arnaldo, serta Ketua Kadin Sulteng Ir. Gufran Ahmad.

Salah satu agenda utamanya adalah menghadiri Sichuan–Central Sulawesi Belt and Road Dialogue on Agriculture and Industrial Chain Forum. Forum bisnis ini mempertemukan pemerintah, akademisi, dan investor untuk membahas peluang agribisnis modern.

Dalam forum tersebut, delegasi Sulteng mendalami berbagai inovasi pertanian Sichuan, seperti smart agriculture, sistem cold chain logistics, serta integrasi teknologi digital pada rantai pasok pangan.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk mendorong hilirisasi agar komoditas unggulan Sulteng tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah.

“Sulawesi Tengah memiliki potensi agraris yang melimpah. Melalui hilirisasi, kita ingin memberi nilai tambah pada komoditas lokal demi meningkatkan kesejahteraan petani dan ekonomi daerah,” ujar Anwar Hafid.

Sejalan dengan itu, Kepala DTPH Sulteng turut mempromosikan produk unggulan daerah sekaligus menjajaki peluang transfer teknologi budidaya modern, mekanisasi, dan peningkatan kapasitas SDM pertanian.

Selain forum bisnis, rombongan Pemprov Sulteng juga menyambangi pusat riset pertanian modern dan Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding untuk mempelajari pengelolaan kawasan berbasis inovasi dan konservasi.

Melalui kolaborasi ini, Pemprov Sulteng berharap dapat mempercepat transformasi sektor pertanian yang modern, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital (SPBE).

(PPID Dinas TPH)