Palu – Permasalahan bangkalan pada tanaman durian di Sulawesi Tengah menjadi perhatian serius pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi komoditas durian yang memiliki nilai strategis bagi daerah.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam rapat koordinasi penanganan bangkalan pada durian yang dilaksanakan secara zoom oleh Direktorat Perlindungan Hortikultura Kementan RI pada tanggal 24 Agustus 2026, yang merupakan tindak lanjut arahan Bapak Menteri Pertanian RI saat kunjungan ke Sulawesi Tengah.
Berdasarkan hasil pembahasan rapat, penyebab bangkalan pada durian sementara disimpulkan berkaitan dengan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan faktor fisiologis. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan berbasis ilmiah, permasalahan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui riset yang melibatkan unsur akademisi, antara lain Universitas Tadulako (Untad), Universitas Alkhairaat (Unisa) dan BRIN serta pihak terkait lainnya.
Riset tersebut diharapkan dapat menghasilkan kajian yang lebih mendalam mengenai faktor penyebab bangkalan, sekaligus menemukan solusi penanganan yang efektif dan aplikatif bagi petani durian di Sulawesi Tengah.
Sebagai langkah konkret, Direktorat Perlindungan Hortikultura Kementerian Pertanian RI bersama tim akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi tanaman durian di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso yang akan didampingi oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memperoleh data dan kondisi faktual di sentra produksi durian. Hasil identifikasi di lapangan selanjutnya akan menjadi bahan untuk memperkuat kajian riset dan menentukan strategi penanganan bangkalan secara tepat.
Menjaga Durian sebagai Komoditas Strategis
Durian merupakan salah satu komoditas strategis Sulawesi Tengah, terlebih dengan semakin terbukanya akses pasar ekspor. Karena itu, pengendalian berbagai faktor yang dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas buah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengembangan durian daerah.
Langkah penanganan bangkalan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan visi Sulawesi Tengah sebagai “Raja Durian Dunia”. Penguatan produksi tidak hanya membutuhkan peningkatan luas dan jumlah tanaman, tetapi juga jaminan kualitas, kesehatan tanaman untuk keberlanjutan produksi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menyambut baik langkah Kementerian Pertanian dan BRIN dalam melakukan identifikasi serta riset bersama. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan pelaku usaha diharapkan mampu menghasilkan solusi berbasis ilmiah yang dapat diterapkan secara nyata oleh petani.
Dengan penanganan yang terarah dan kolaborasi lintas sektor, Sulawesi Tengah terus memperkuat fondasi pengembangan durian agar semakin berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memenuhi tuntutan pasar nasional maupun internasional.
#Sulawesi Tengah Raja Durian Dunia.