PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menggelar acara “Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026” pada Rabu (12/8/2026) di Palu. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu produsen utama durian berkualitas ekspor menuju pasar global, khususnya Republik Rakyat Tiongkok.

Mengawali acara, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Dodot Tinarso, S.Sos., M.T., menegaskan bahwa penerapan Good Agricultural Practices (GAP) adalah kunci utama mutu komoditas hortikultura.

 “Penerapan GAP merupakan fondasi utama dalam menjamin mutu durian Sulawesi Tengah agar mampu memenuhi standar ekspor, khususnya pasar Tiongkok. Pemerintah daerah terus melakukan pembinaan, pendampingan, pengawasan, serta fasilitasi kepada petani guna meningkatkan daya saing produk daerah,” ujar Dodot Tinarso.

Ia menambahkan bahwa rangkaian kegiatan ini diisi dengan berbagai agenda konkret, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), penyerahan Surat Keterangan Registrasi GAP kepada petani dari 8 kabupaten, penandatanganan kerja sama riset pengendalian penyakit bangkalan, temu bisnis, coaching clinic, hingga peluncuran Dashboard Potensi Hortikultura Sulawesi Tengah DOBRAK HORTI.

Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Dr. Fausiah T. Ladja, S.P.M., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas capaian Sulawesi Tengah. Berdasarkan data tahun 2025, produksi durian Sulteng mencapai 951.402 kuintal dari luas tanam 46.584 hektar (sekitar 4,6 juta pohon) dengan 3.342 sertifikat GAP terdaftar.

Kementerian Pertanian menargetkan 4 pilar utama ekspor durian: Kualitas, Kontinuitas, Pemenuhan Persyaratan GACC Tiongkok, serta Branding. Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementan mengalokasikan program pengembangan kawasan durian 2026 seluas 2.337 hektar, di mana tahap pertama sebanyak 14.000 batang bibit bersertifikat dan 210 kg pupuk organik untuk lahan 140 hektar di 6 kabupaten (Parimo, Sigi, Tolitoli, Poso, Tojo Una-Una, dan Donggala) telah tiba di Sulteng.

Visi Gubernur: Sulawesi Tengah Raja Durian Dunia

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Gubernur menegaskan ambisi besar menjadikan Sulteng sebagai “Raja Durian Dunia” dengan branding khas “Durian Volcano Indonesia”.

Pemerintah berperan sebagai regulator yang menyiapkan kemudahan izin dan sarana, sedangkan dunia usaha (Kadin dan swasta) adalah operator penggeraknya. Kita harus mengatur musim tanam agar bisa panen 12 bulan penuh dan terus menjaga kontinuitas produk,” tegas Gubernur Anwar Hafid.

Gubernur juga menyoroti potensi ekonomi yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan harga ekspor mencapai Rp25.000–Rp35.000/kg, satu pohon durian produktif dapat mendatangkan nilai ekonomi Rp200.000–Rp300.000 per buah. Lebih lanjut, rencana pembangunan fasilitas hilirisasi dan packing house diperkirakan mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal.

Turut hadir dalam acara ini Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.AP., Wakil Bupati Morowali Irine Ilyas, Ketua TP-PKK Sulteng Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, serta para Kepala OPD lingkup Pemprov Sulteng.

(PPID Dinas TPH)