PALU – Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas komoditas durian unggulan di Sulawesi Tengah, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Coaching Clinic bertajuk “Peranan Pupuk dan Pengendalian Hama Penyakit dalam Upaya Perbaikan Kualitas Tanaman dan Hasil Panen Durian” yang juga merupakan rangkaian dari Kegiatan Merdeka Ekspor Durian bertempat di Aula Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung intensif sejak pukul 13.30 WITA ini dihadiri secara langsung oleh Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Fausiah T. Ladja, S.P., M.Si., serta Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si..
Pelaksanaan Coaching Clinic diikuti oleh puluhan petani durian dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dan Penyuluh Pertanian Lapangan. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta juga terlihat dari hadirnya perwakilan PT Syngenta dan PT Pupuk Meroke Tetap Jaya yang turut mendukung penguatan budidaya durian berkelanjutan.
Pendampingan Teknis dan Solusi Lapangan
Dipandu oleh Moh. Rizal Alatas, S.P. selaku moderator, coaching clinic ini difokuskan untuk memberikan pemahaman teknis terkait penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), manajemen hara tanah, serta solusi atas berbagai kendala nyata yang dihadapi para petani durian di lapangan.
Empat materi inti dipaparkan oleh para ahli dan praktisi di bidangnya:
- Alamsyah, S.P., M.P. (Tim Peneliti UNISA) – Membedah materi Karakterisasi Patogen Penyebab Penyakit pada Tanaman Durian.
- Trisna, S.P., M.P.(Ka. UPT Proteksi Dinas TPH) – Memaparkan Peran UPT Proteksi dalam Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura.
- Adi Widianto, S.P. (PT.Syngenta) – Menyampaikan strategi Pengenalan dan Pengendalian OPT pada Tanaman Durian.
- Andi Masnawi, S.P. (PT. Maroke Tetap Jaya) – Menjelaskan Peranan Pupuk dan Pengendalian Hama/Penyakit dalam Upaya Perbaikan Kualitas dan Hasil Tanaman Durian.
Sesi interaktif dan diskusi klinis menjadi daya tarik utama, di mana para petani berkesempatan berkonsultasi langsung mengenai persoalan khas budidaya durian, mulai dari masalah kerontokan buah hingga penurunan rasa manis buah.
Rekomendasi Teknis Manajemen Budidaya Durian
Dari hasil diskusi dan arahan narasumber, terangkum beberapa rekomendasi teknis penting yang disepakati untuk diterapkan oleh petani di lapangan, antara lain:
- Penanganan Tanaman Stres: Memerlukan tambahan pupuk organik serta pengaplikasian unsur NPK secara lengkap untuk mempercepat pemulihan fisik tanaman.
- Fase Pra-Pembungaan: Disarankan menambahkan unsur Hara Fosfor (P), Kalium (K), dan Boron, serta menghindari pemberian racikan Nitrogen (N) berlebih.
- Fase Pembungaan: Tanaman perlu dilindungi dari gangguan lebah dan dianjurkan tidak menggunakan insektisida kimia berakumulasi keras.
- Fase Buah Muda: Pengaplikasian unsur Kalium dan Calcium sangat krusial, diimbangi dengan menjaga kelembaban tanah (menghindari kekeringan ekstrim maupun genangan air).
- Solusi Kerontokan Buah: Pengurangan racikan Nitrogen serta penambahan suplai Kalium dan Calcium.
- Mencegah Buah Kosong/Cacat: Penambahan hara Boron secara tepat pada fase sebelum tanaman berbunga.
- Meningkatkan Cita Rasa & Ukuran Buah: Penambahan Kalium secara terukur saat buah memasuki fase pembesaran daging.
- Pengendalian Hama Penggerek & Lalat Buah: Pemasangan perangkap lalat buah serta pemeriksaan berkala terhadap serangan penggerek buah.
- Fase Menjelang Panen: Kebutuhan air wajib mencukupi dan pengaplikasian seluruh jenis pestisida sintetik harus dihentikan untuk menjamin keamanan pangan.
Harapan Penerapan di Tingkat Petani
Rangkaian acara ditutup secara resmi pada pukul 17.00 WITA. Seluruh peserta menyambut positif jalannya kegiatan ini dan berkomitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi teknis di kebun masing-masing.
Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah berharap daya saing, kualitas cita rasa, dan volume produksi durian asal Sulawesi Tengah dapat meningkat pesat, sehingga mampu menembus pasar nasional hingga ekspor.